Sabtu, 29 Agustus 2026
Indragiri Hilir / Jum'at, 28 Agustus 2026 18:22 WIB

Lahan Gambut Inhil Terbakar Mendekati Permukiman ​

BAGYNEWS.COM - Kebakaran lahan gambut cukup luas melanda kawasan perkebunan Parit 18, Kelurahan Sungai Beringin, Kecamatan Tembilahan, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Jumat 28 Agustus 2026 sore. 

Api yang telah menghanguskan lebih dari lima hektare lahan tersebut sempat meluas hingga mendekati area permukiman warga.
​Pantauan di lokasi menunjukkan kondisi yang mengkhawatirkan. 

Kepulan asap tebal dengan semburat kemerahan membumbung tinggi ke udara, sementara tim gabungan terus berjibaku melokalisasi kobaran api agar tidak merembet ke rumah penduduk.

​Kebakaran ini pertama kali terdeteksi pada Kamis 27 Agustus 2026 pukul 16.00 WIB. Hingga Jumat sore, upaya pemadaman masif masih dilakukan oleh tim gabungan dari BPBD, TNI, Polri, Pemadam Kebakaran (Damkar), dan masyarakat setempat.

​Plh Bupati Tinjau Lokasi dan Buat Embung Darurat

​Plh. Bupati Inhil, Yuliantini, turun langsung meninjau titik kebakaran bersama Brigjen TNI (Mar) Agus Gunawan serta unsur jajaran terkait. 

Berdasarkan data pemantauan hingga Jumat, terdeteksi sebanyak 72 titik panas (hotspot) yang tersebar di delapan kecamatan di Kabupaten Inhil.

​"Segala upaya telah kita lakukan untuk pemadaman. Khusus di kawasan Sungai Beringin ini, kita sedang membuat dua embung darurat sebagai sumber air untuk mendukung proses pemadaman," ujar Yuliantini di lokasi kebakaran.

​Yuliantini menambahkan, hembusan angin kencang sempat menyulitkan petugas karena mempercepat penyebaran api, meski kondisi angin perlahan mulai stabil saat peninjauan berlangsung.

​Tantangan Lahan Gambut dan Akses Sempit

​Pemkab Inhil berharap adanya bantuan peralatan dari BPBD Provinsi Riau dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Karakteristik tanah gambut yang dalam serta akses jalan yang sempit menuju lokasi kebakaran menjadi kendala utama di lapangan.

​"Struktur tanah Inhil ini gambut dan peralatan yang digunakan saat ini sangat sederhana. Lokasi jalan menuju titik api relatif kecil, jadi kita sangat membutuhkan bantuan mesin pemadam yang mudah dibawa (portable)," jelas Yuliantini.

​Imbauan Tegas dan Rencana Salat Istisqa

​Di tengah tingginya risiko kebakaran akibat musim kemarau, Yuliantini menegaskan agar warga tidak lagi membuka lahan dengan cara membakar. Selain merusak lingkungan, asap yang dihasilkan mengancam kesehatan masyarakat.

​"Saya harap masyarakat jangan membuka lahan dengan cara dibakar. Akibat kebakaran ini, udara menjadi tidak sehat dan memicu penyakit," tegasnya.

​Sebagai ikhtiar spiritual dalam menghadapi ancaman karhutla dan musim kemarau, Pemerintah Kabupaten Inhil juga berencana menggelar Salat Istisqa untuk memohon diturunkannya hujan dalam waktu dekat.***

Penulis : mdc
Editor : bastian
Kategori : Indragiri Hilir

Indragiri Hilir

© Bagynews.com. All Rights Reserved. Designed by HTML Codex