Bukan Sekadar Tilang, Satlantas Kuansing Dorong Edukasi Lalu Lintas Humanis Lewat Media Sosial
BAGYNEWS.COM - Penegakan aturan lalu lintas tidak melulu soal tilang dan sanksi. Di Kabupaten Kuantan Singingi, edukasi keselamatan berlalu lintas mulai dikemas dengan pendekatan yang lebih humanis, kreatif, dan dekat dengan masyarakat.
Hal tersebut disampaikan Kapolres Kuansing AKBP Hidayat Perdana, SH, SIK, MH melalui Kasat Lantas Polres Kuantan Singingi AKP Siswoyo, S.H., saat hadir sebagai narasumber dalam program OBRAL (Obrolan Lalu Lintas) di LPPL Kuansing FM, Jumat 4 September 2026
Dalam kesempatan tersebut, AKP Siswoyo menegaskan, tugas kepolisian di bidang lalu lintas bukan hanya melakukan penindakan terhadap pelanggaran, tetapi juga membangun kesadaran masyarakat agar keselamatan menjadi kebutuhan dan kebiasaan.
“Kami ingin masyarakat tertib berlalu lintas bukan hanya karena takut ditilang, tetapi karena memahami bahwa aturan lalu lintas dibuat untuk melindungi keselamatan. Pendekatan kami adalah bagaimana memberikan edukasi yang humanis, mudah diterima, dan menyentuh masyarakat,” ujar AKP Siswoyo.
Menurutnya, perkembangan media sosial menjadi peluang besar bagi kepolisian untuk memperluas jangkauan edukasi. Pesan-pesan keselamatan yang disampaikan dengan cara kreatif dinilai lebih mudah diterima, khususnya oleh generasi muda.
Dalam program OBRAL tersebut, turut hadir Brigadir Muhammad Taufiq, BA Satlantas Polres Kuansing, yang akrab disapa Mas MT. Ia dikenal aktif menyampaikan pesan keselamatan berlalu lintas melalui berbagai konten kreatif di media sosial.
Cara Mas MT memberikan teguran pun terbilang unik. Alih-alih hanya mengedepankan pendekatan represif, ia memilih cara yang santun, humanis dan komunikatif.
Kepada anak-anak, misalnya, Mas MT terkadang memberikan es krim sembari menyampaikan edukasi sederhana tentang pentingnya tertib dan aman saat berada di jalan raya.
Sementara kepada pengendara yang kedapatan tidak menggunakan helm atau melakukan pelanggaran keselamatan, ia juga memiliki pendekatan tersendiri. Dalam kondisi tertentu, pengendara justru diberikan helm, sembari diingatkan bahwa helm bukan sekadar perlengkapan untuk menghindari tilang.
“Helm itu bukan untuk takut kepada polisi, tetapi untuk menyelamatkan kepala dan nyawa kita. Karena itu, kami ingin mengubah pola pikir masyarakat. Gunakan helm bukan karena ada polisi, tetapi karena ada keluarga yang menunggu kita pulang dengan selamat,” tegas Siswoyo.
Pesan-pesan tersebut kemudian dikemas dalam konten media sosial. Dengan begitu, edukasi yang awalnya hanya berlangsung di jalan dapat menjangkau masyarakat yang lebih luas dan menjadi pembelajaran bersama.
Upaya tersebut menjadi bagian dari komitmen Satlantas Polres Kuansing untuk menghadirkan edukasi lalu lintas yang lebih dekat dengan masyarakat.
Sebab, budaya tertib berlalu lintas tidak lahir hanya dari rasa takut terhadap sanksi, melainkan dari kesadaran bahwa setiap keputusan di jalan raya menyangkut keselamatan diri sendiri dan orang lain.
Melalui program OBRAL di LPPL Kuansing FM serta pemanfaatan media sosial, Satlantas Polres Kuansing terus membawa pesan sederhana namun penting: tertib berlalu lintas bukan sekadar agar tidak ditilang, tetapi agar semua bisa pulang dengan selamat.***
| Penulis |
: |
| Editor |
: bastian |
| Kategori |
: Kuantan Singingi |