Rabu, 09 September 2026
Nasional / Selasa, 08 September 2026 15:32 WIB

Inilah Lokasi 127 Gunung Api Aktif di Indonesia

BAGYNEWS.COM - Indonesia dikenal sebagai salah satu negara dengan aktivitas vulkanik atau vulkanis tinggi. Tak mengherankan jika gunung api aktif di Indonesia menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan masyarakat di berbagai wilayah.

Tercatat ada 127 gunung api aktif yang tersebar di sejumlah kawasan Indonesia, mulai dari Sumatera, Jawa, Bali, Nusa Tenggara, Maluku hingga Sulawesi.

Keberadaan gunung-gunung tersebut bukan hanya membentuk bentang alam Indonesia, tetapi juga menjadi objek pemantauan dan penelitian karena setiap gunung memiliki karakter aktivitas vulkanik yang berbeda.

Indonesia berada di kawasan Pacific Ring of Fire atau Cincin Api Pasifik. Kondisi tersebut membuat wilayah Indonesia memiliki aktivitas tektonik dan vulkanik yang cukup tinggi.

Dari 127 gunung api aktif di Indonesia, tidak semuanya memiliki tingkat aktivitas yang sama. Setiap gunung api mempunyai karakter dan riwayat aktivitas yang berbeda.

Ada gunung yang memiliki siklus erupsi dalam rentang puluhan hingga ratusan tahun, sedangkan gunung lainnya dapat menunjukkan aktivitas letusan dalam interval yang jauh lebih pendek.

Gunung Api Aktif di Indonesia Dibagi Menjadi Tiga Tipe
Meskipun sama-sama masuk dalam kategori gunung api aktif, gunung-gunung tersebut memiliki klasifikasi yang berbeda.

Berdasarkan klasifikasi kegunungapian, gunung api aktif di Indonesia dibagi menjadi tiga tipe, yaitu tipe A, tipe B, dan tipe C.

Pembagian tersebut antara lain mempertimbangkan catatan sejarah erupsi serta indikasi aktivitas vulkanik yang masih ditemukan pada gunung tersebut.

1. Gunung api tipe A
Gunung api tipe A merupakan kelompok dengan jumlah terbanyak. Tercatat ada 76 gunung api yang masuk dalam kategori ini.

Gunung api tipe A adalah gunung yang memiliki catatan sejarah letusan sejak tahun 1600.

Artinya, pengelompokan tipe A didasarkan pada adanya riwayat letusan yang tercatat sejak tahun tersebut.

2. Gunung api tipe B
Selanjutnya terdapat 30 gunung api tipe B.

Kelompok ini memiliki karakter berbeda dengan tipe A. Gunung api tipe B merupakan gunung yang mempunyai catatan sejarah letusan sebelum tahun 1600.

Dengan demikian, riwayat letusan menjadi salah satu dasar penting dalam membedakan gunung api tipe A dan tipe B.

3. Gunung api tipe C
Sementara itu, terdapat 21 gunung api tipe C.

Gunung api yang masuk dalam kelompok ini tidak memiliki catatan sejarah letusan. Meski demikian, gunung tersebut masih memperlihatkan jejak aktivitas vulkanik.

Beberapa bentuk aktivitas yang menjadi indikasi tersebut antara lain keberadaan solfatara atau fumarole.

Karena itu, tidak adanya catatan sejarah letusan bukan berarti gunung tersebut sama sekali tidak menunjukkan aktivitas vulkanik. Jejak aktivitas yang masih ditemukan menjadi salah satu dasar pengelompokan ke dalam tipe C.

Apakah 127 Gunung Api Semuanya Masih Aktif?
Istilah "aktif" tidak berarti seluruh gunung memiliki aktivitas atau siklus erupsi yang sama. Magma Indonesia menjelaskan karakter aktivitas setiap gunung berbeda.

Sebagian gunung memiliki siklus erupsi yang berlangsung dalam rentang puluhan hingga ratusan tahun. Pada sisi lain, terdapat gunung yang dapat menunjukkan aktivitas letusan dengan interval jauh lebih pendek.

Perbedaan karakter tersebut menjadi alasan pentingnya pemantauan secara berkelanjutan. Gunung api yang memiliki sejarah letusan maupun yang masih menunjukkan tanda aktivitas vulkanik tetap menjadi bagian dari objek pengamatan.

Berdasarkan laman resmi Magma Indonesia, pemantauan secara khusus dilakukan terhadap 69 gunung api yang tergolong dalam kelompok tipe A karena menunjukkan skala letusan yang lebih sering dari tipe lain.

Dilansir dari beritasatu.com, gunung api yang dimaksud tersebut tersebar dalam beberapa wilayah sebagai berikut:

1. Sebanyak 12 gunung tipe A berada di Sumatera

Gunung Seulawah Agam, Kabupaten Aceh Besar, Aceh.
Gunung Peut Sague, Kabupaten Pidie, Aceh.
Gunung Burni Telong, Kabupaten Bener Meriah, Aceh.
Gunung Sinabung, Kabupaten Karo, Sumatera Utara.
Gunung Sorik Marapi, Kabupaten Mandailing Natal, Sumatera Utara.
Gunung Marapi, Kabupaten Agam dan Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat.
Gunung Tandikat, Kabupaten Padang Pariaman dan Kabupaten Agam, Sumatera Barat.
Gunung Talang, Kabupaten Solok, Sumatera Barat.
Gunung Kerinci, Kabupaten Kerinci, Jambi dan Kabupaten Solok Selatan, Sumatera Barat.
Gunung Dempo, Kota Pagar Alam, Sumatera Selatan.
Gunung Kaba, Kabupaten Rejang Lebong dan Kabupaten Kepahiang, Bengkulu.
Gunung Anak Krakatau, Kabupaten Lampung Selatan, Lampung.

2. Pulau Jawa memiliki 19 gunung aktif tipe A

Gunung Sumbing, Kabupaten Temanggung, Kabupaten Magelang, dan Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah.
Gunung Salak, Kabupaten Sukabumi dan Kabupaten Bogor, Jawa Barat.
Gunung Gede, Kabupaten Cianjur, Kabupaten Sukabumi, dan Kabupaten Bogor, Jawa Barat.
Gunung Tangkuban Parahu, Kabupaten Bandung Barat dan Kabupaten Subang, Jawa Barat.
Gunung Guntur, Kabupaten Garut, Jawa Barat.
Gunung Papandayan, Kabupaten Garut, Jawa Barat.
Gunung Galunggung, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat.
Gunung Ciremai, Kabupaten Kuningan dan Kabupaten Majalengka, Jawa Barat.
Gunung Slamet, Kabupaten Brebes, Kabupaten Banyumas, Kabupaten Purbalingga, Kabupaten Tegal, dan Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah.
Gunung Dieng, Kabupaten Banjarnegara dan Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah.
Gunung Sundoro, Kabupaten Temanggung dan Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah.
Gunung Merapi, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, serta Kabupaten Magelang, Kabupaten 
Boyolali, dan Kabupaten Klaten, Jawa Tengah.
Gunung Kelud, Kabupaten Kediri, Kabupaten Blitar, dan Kabupaten Malang, Jawa Timur.
Gunung Arjuno Welirang, Kabupaten Pasuruan, Kabupaten Mojokerto, Kabupaten Malang, dan Kota Batu, Jawa Timur.
Gunung Bromo, Kabupaten Probolinggo, Kabupaten Pasuruan, Kabupaten Lumajang, dan Kabupaten Malang, Jawa Timur.
Gunung Semeru, Kabupaten Lumajang dan Kabupaten Malang, Jawa Timur.
Gunung Lamongan, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur.
Gunung Raung, Kabupaten Banyuwangi, Kabupaten Bondowoso, dan Kabupaten Jember, Jawa Timur.
Gunung Ijen, Kabupaten Banyuwangi dan Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur.

3. Bali-Nusa Tenggara menjadi wilayah dengan gunung api aktif tipe A terbanyak

Gunung Batur, Kabupaten Bangli, Bali.
Gunung Agung, Kabupaten Karangasem, Bali.
Gunung Rinjani/Barujari, Kabupaten Lombok Utara, Kabupaten Lombok Timur, dan Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat.
Gunung Tambora, Kabupaten Bima dan Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat.
Gunung Sangeangapi, Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat.
Gunung Inielika, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur.
Gunung Inierie, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur.
Gunung Ebulobo, Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur.
Gunung Kelimutu, Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur.
Gunung Iya, Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur.
Gunung Rokatenda, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur.
Gunung Egon, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur.
Gunung Lewotobi Laki-laki, Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur.
Gunung Lewotobi Perempuan, Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur.
Gunung Lereboleng, Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur.
Gunung Ili Boleng, Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur.
Gunung Ili Lewotolok, Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur.
Gunung Ili Werung, Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur.
Gunung Batutara, Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur.
Gunung Sirung, Kabupaten Alor, Nusa Tenggara Timur.
Gunung Hobal, Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur.
Gunung Anak Ranakah, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur.

4. Maluku memiliki 12 gunung aktif tipe A

Gunung Wetar, Kabupaten Maluku Barat Daya, Maluku.
Gunung Nieuwerkerk, Kabupaten Maluku Barat Daya, Maluku.
Gunung Wurlali, Kabupaten Maluku Barat Daya, Maluku.
Gunung Teon, Kabupaten Maluku Tengah, Maluku.
Gunung Nila, Kabupaten Maluku Barat Daya, Maluku.
Gunung Serua, Kabupaten Maluku Tengah, Maluku.
Gunung Banda Api, Kabupaten Maluku Tengah, Maluku.
Gunung Dukono, Kabupaten Halmahera Utara, Maluku Utara.
Gunung Ibu, Kabupaten Halmahera Barat, Maluku Utara.
Gunung Gamkonora, Kabupaten Halmahera Barat, Maluku Utara.
Gunung Gamalama, Kota Ternate, Maluku Utara.
Gunung Kie Besi, Kabupaten Halmahera Selatan, Maluku Utara.

5. Pulau Sulawesi memiliki gunung aktif tipe A paling sedikit
Gunung Colo, Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah.
Gunung Ambang, Kabupaten Bolaang Mongondow dan Kabupaten Minahasa Selatan, Sulawesi Utara.
Gunung Soputan, Kabupaten Minahasa Tenggara, Sulawesi Utara.
Gunung Lokon, Kota Tomohon, Sulawesi Utara.
Gunung Mahawu, Kabupaten Minahasa dan Kota Tomohon, Sulawesi Utara.
Gunung Tangkoko, Kota Bitung, Sulawesi Utara.
Gunung Ruang, Kabupaten Kepulauan Sitaro, Sulawesi Utara.
Gunung Karangetang, Kabupaten Kepulauan Sitaro, Sulawesi Utara.
Gunung Awu, Kabupaten Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara.
Gunung Banua Wuhu, Kabupaten Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara.
Gunung Sangir, Kabupaten Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara.

Aktivitas gunung api dapat memiliki karakter yang berbeda-beda. Ada yang mempunyai siklus erupsi panjang, tetapi ada pula yang menunjukkan aktivitas dalam interval yang lebih pendek.

Kondisi tersebut membuat pemantauan menjadi bagian penting dalam pengawasan gunung api. Terlebih, masyarakat yang tinggal di wilayah aktif gunung api selalu menghadapi potensi ancaman bahaya.

Dari 127 gunung api aktif yang ada di Indonesia, 69 di antaranya dipantau oleh PVMBG. Monitoring dilakukan selama 24 jam sebagai bagian dari fungsi pelayanan publik.

Pemantauan tersebut menjadi bagian dari upaya untuk terus mengamati perkembangan aktivitas gunung api di Indonesia.***

Penulis :
Editor :
Kategori : Nasional

Nasional

© Bagynews.com. All Rights Reserved. Designed by HTML Codex