Kabut Asap, Sudah 2.751 Warga Pekanbaru Terserang ISPA
BAGYNEWS.COM - Dampak kabut asap di Kota Pekanbaru kian mengkhawatirkan. Layanan Kesehatan Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru mencatat sebanyak 3.056 kasus gangguan kesehatan terjadi selama periode ini, di mana 2.751 di antaranya merupakan Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).
Saat ini, lonjakan kasus kesehatan di Pekanbaru meroket hingga 91 persen dengan penambahan rata-rata 220 pasien baru setiap harinya. Selain ISPA, warga juga banyak mengeluhkan penyakit lain seperti konjungtivitis (iritasi mata), iritasi kulit, hingga asma.
Wali Kota Pekanbaru, Agung Nugroho, menegaskan pihaknya terus memantau perkembangan kesehatan masyarakat dan kualitas udara bersama instansi terkait.
Kondisi ini makin diperparah dengan laporan BMKG yang masih memantau 150 titik panas (hotspot) di wilayah Riau. Sebaran asap yang mencemari udara Pekanbaru diketahui tidak hanya berasal dari dalam daerah, tetapi juga kiriman dari provinsi tetangga seperti Sumatera Selatan dan Jambi.
Pemerintah dan masyarakat kini menggantungkan harapan pada faktor cuaca. BMKG memprakirakan potensi hujan akan terjadi pada 9–11 September 2026, dengan intensitas tertinggi diprediksi jatuh pada 11 September.
“Kita berharap hujan benar-benar turun sesuai prakiraan BMKG. Mudah-mudahan ini dapat membantu menurunkan konsentrasi PM2.5 sehingga udara Pekanbaru kembali sehat,” ujar Agung.
Sebagai langkah antisipasi, Pemko Pekanbaru memutuskan untuk memperpanjang masa Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) bagi para siswa pada Rabu 9 September 2026
Langkah ini diambil untuk melindungi kesehatan anak-anak dari paparan udara beracun.
“Keputusan ini bukan untuk membuat masyarakat khawatir, melainkan bentuk kehati-hatian karena kesehatan dan keselamatan anak-anak harus kita utamakan,” tegas Agung.***
| Penulis |
: |
| Editor |
: bastian |
| Kategori |
: Pekanbaru |