Asap Karhutla Belum Mereda, Pemko Pekanbaru Godok Opsi Perpanjangan Sekolah PJJ
BAGYNEWS.COM - Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) bagi peserta didik di Kota Pekanbaru berpeluang diperpanjang menyusul kualitas udara akibat kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang masih belum membaik.
Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru menegaskan masih terus memantau kondisi udara secara berkala sebelum memutuskan kelanjutan proses belajar mengajar di sekolah.
Hingga Kamis 15 Oktober 2026, kualitas udara di Kota Pekanbaru tercatat masih berada pada kategori tidak sehat. Kondisi ini menjadi pertimbangan utama untuk menentukan apakah peserta didik sudah aman kembali mengikuti pembelajaran tatap muka (PTM) atau harus tetap belajar dari rumah.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Pekanbaru, Abdul Jamal, menyatakan kebijakan PJJ yang dijadwalkan berakhir hari ini berpotensi diperpanjang. Kendati demikian, keputusan tersebut tidak dapat diambil secara sepihak dan harus melalui koordinasi lintas instansi.
"Karena memang melihat cuaca dan kualitas udara," ujar Abdul Jamal, Kamis 15 Oktober 2026.
Ia menjelaskan, penentuan skema pembelajaran ini melibatkan sejumlah pihak terkait, seperti Dinas Kesehatan dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD). Dinas Pendidikan nantinya akan menjalankan keputusan akhir berdasarkan hasil koordinasi bersama tersebut.
Faktor cuaca yang dinamis juga menjadi tantangan tersendiri. Hujan yang turun pada malam hari, misalnya, dapat memengaruhi kualitas udara pada keesokan harinya. Oleh karena itu, pemerintah harus melakukan asesmen berkala.
"Kita juga tidak bisa sembarangan karena ini menyangkut bencana. Kita perlu rapat juga, sementara sekolah mulai pagi," jelasnya.
Selain kesehatan siswa, Abdul Jamal mengakui perpanjangan PJJ turut membawa konsekuensi lain terhadap program penunjang sekolah, salah satunya pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi peserta didik.
Sebaliknya, memaksakan pembelajaran tatap muka di tengah kualitas udara yang buruk juga mendatangkan risiko besar bagi kesehatan anak-anak.
Meski demikian, Pemko Pekanbaru memastikan koordinasi intensif terus dilakukan agar kebijakan kegiatan belajar mengajar yang diambil nantinya benar-benar tepat sasaran dan mengutamakan keselamatan peserta didik.***
| Penulis |
: rac |
| Editor |
: |
| Kategori |
: Pekanbaru |