BAGYNEWS.COM - Bupati Dharmasraya Annisa Suci Ramadhani Situmeang mencabut bibit kelapa sawit yang ditemukan tertanam di lahan bekas kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Timpeh, Kabupaten Dharmasraya, Sumatera Barat.
Ia juga memerintahkan agar bibit tersebut dicabut dan diganti dengan tanaman hutan untuk memulihkan fungsi kawasan.
Aksi tersebut diunggah melalui akun media sosial resmi Annisa, Senin 19 Oktober 2026. Saat melakukan inspeksi mendadak (sidak), ia mengaku heran karena menemukan bibit sawit yang telah ditanam di lahan bekas kebakaran.
"Pak kapolres lihat ini sudah ada bibit sawit di sini (bekas karhutla). Siapa ini yang menanam pak kapolres?" ucap Bupati Annisa.
"Kebakaran hutan ini saja terjadi 15 Agustus, kok sudah ada sawit yang ditanam sekarang. Mana langsung tumbuh lagi, tolong cabut semua segera dan ganti sama tanaman hutan," tegasnya.
Ia mengatakan, penanaman sawit tersebut diduga melanggar ketentuan karena dilakukan di kawasan hutan bekas karhutla. Pemerintah Kabupaten Dharmasraya, kata dia, akan menelusuri identitas pihak yang menanam bibit tersebut dan menindaklanjuti dugaan pelanggaran melalui proses hukum.
"Tentu ini melanggar hukum apalagi ini adalah kawasan hutan. Oleh karenanya kami akan melakukan penegakan hukum secara terukur. Kami juga terus mencari identitas yang melakukan penanaman bibit sawit melalui saksi yang ada. Kami akan melakukan investigasi dan diselidiki lebih lanjut," lanjutnya.
Klaim Nihil Titik Panas
Annisa Suci menyebut, dalam tiga minggu terakhir tidak ditemukan lagi titik panas atau hotspot kebakaran hutan di wilayah Dharmasraya. Kondisi tersebut, menurut dia, merupakan hasil koordinasi lintas sektor untuk mencegah dan menangani karhutla.
"Sejak kita melakukan rapat koordinasi pada 9 September sebenarnya kita telah merumuskan tindakan apa yang harus dilakukan dalam hal pencegahan dan penindakan akibat kebakaran hutan yang terjadi di Dharmasraya," bebernya.
Ia menjelaskan, pemerintah daerah membentuk satuan tugas (satgas) tingkat nagari yang dipimpin wali nagari. Pemerintah juga membuat grup koordinasi yang melibatkan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) untuk mempercepat pelaporan dan penanganan titik panas.
"Pada saat itu tentu kita langsung membentuk tim satgas nagari yang dipimpin oleh pak wali nagari dan kita membuat sebuah forum di grup yang langsung dipimpin oleh forkopimda seluruhnya, di sana lengkap kolaborasi lintas sektor dan satgas Nagari melakukan patroli terkait larangan pembukaan lahan dengan cara membakar. Begitu ada titik hotspot maka langsung dikabari di grup. Alhamdulillah titik hotspot yang ada di Dharmasraya tidak sampai satu hari yang kemudian berdasarkan aplikasi Sipongi sekitar 23 September kita sudah nihil hotspot," tambahnya seperti dilansir dari beritasatu.com.
Menurutnya, koordinasi lintas sektor tersebut menunjukkan hasil positif. Langkah selanjutnya adalah memulihkan fungsi hutan yang terdampak kebakaran melalui penanaman kembali dengan tanaman hutan.
"Kami melakukan penanaman hutan bekas kebakaran dengan cara menanam tanaman hutan dan kita memasang police line dan larangan agar mengingatkan masyarakat bahwa kawasan hutan bekas karhutla tidak boleh ditanami, diolah untuk berkebun," tuturnya.
Dalam sidak tersebut, bupati Dharmasraya itu menyebut, bibit sawit yang ditemukan telah ditanam sekitar dua minggu sebelumnya. Pemerintah daerah akan melakukan investigasi lebih lanjut untuk mengidentifikasi pihak yang bertanggung jawab.
Ia juga mengimbau masyarakat yang membutuhkan lahan untuk perkebunan agar berkoordinasi dengan pemerintah daerah sehingga dapat dicarikan solusi sesuai peruntukan lahan.
"Kalau memang butuh bantuan untuk membuka lahan yang memang peruntukannya untuk perkebunan maka sampaikan kepada pemda, kami akan mencarikan solusinya tetapi bukan dengan cara membakar lahan," tutupnya.***
| Penulis | : |
| Editor | : |
| Kategori | : Sosmed |
© Bagynews.com. All Rights Reserved. Designed by HTML Codex

