Selasa, 20 Oktober 2026
Olahraga / Senin, 19 Oktober 2026 09:54 WIB

Piala Asia 2027 Batal Digelar di Arab Saudi? Inilah Dua Negara Jadi Opsi

BAGYNEWS.COM - Piala Asia 2027 terancam mengalami penundaan atau perubahan tuan rumah menyusul situasi keamanan di Arab Saudi yang belum menunjukkan tanda-tanda mereda. Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) dikabarkan tengah menyiapkan rapat darurat di Tokyo, Jepang, untuk menentukan kelanjutan turnamen sepak bola terbesar di Asia tersebut.

Ketidakpastian ini muncul ketika waktu persiapan menuju Piala Asia 2027 semakin terbatas. Serangkaian serangan yang menyasar infrastruktur sipil, bandara, dan fasilitas energi di Arab Saudi menimbulkan kekhawatiran serius mengenai kelayakan negara tersebut untuk tetap menjadi tuan rumah.

Situasi keamanan terkini dinilai lebih serius dibandingkan gelombang ketegangan sebelumnya yang sempat mereda. Perkembangan tersebut membuat AFC dan sejumlah federasi anggota yang memiliki tim peserta Piala Asia 2027 terus memantau kondisi di Arab Saudi.

Seorang pejabat Federasi Sepak Bola Vietnam (VFF), dikutip surat kabar Thanh Nien, menyampaikan perkembangan mengenai komunikasi antarpihak terkait turnamen tersebut. Hingga laporan itu disampaikan, VFF belum menerima pemberitahuan resmi mengenai perubahan penyelenggaraan Piala Asia 2027 yang dijadwalkan berlangsung pada awal tahun depan.

Peringkat 5 Copa das Nacoes 2026
AFC diperkirakan menggelar pertemuan darurat dalam beberapa hari mendatang di Tokyo. Forum tersebut menjadi krusial karena para petinggi konfederasi harus menentukan apakah turnamen tetap berlangsung sesuai rencana atau memerlukan perubahan besar akibat kondisi keamanan.

Pada 15 Oktober, sejumlah petinggi AFC juga telah menyinggung kemungkinan penyesuaian penyelenggaraan Piala Asia 2027. Kekhawatiran terhadap perkembangan situasi di Arab Saudi menjadi salah satu faktor yang mendorong munculnya wacana tersebut.

Dua Opsi AFC untuk Menyelamatkan Piala Asia 2027
Pilihan pertama adalah mempertahankan Arab Saudi sebagai tuan rumah dengan menggeser jadwal pertandingan. Namun, langkah ini memiliki risiko besar karena belum ada kepastian mengenai kapan situasi keamanan akan kembali kondusif.

Jika turnamen dipindahkan ke kuartal kedua atau paruh kedua 2027, AFC harus menghadapi persoalan baru berupa benturan jadwal dengan kualifikasi Piala Dunia 2030 zona Asia. Pengundian kualifikasi tersebut diperkirakan berlangsung pada pertengahan Desember 2026.

Sementara itu, babak kedua kualifikasi yang melibatkan 36 tim dalam sembilan grup diperkirakan berlangsung mulai September 2027 hingga Maret 2028. Perubahan jadwal Piala Asia tanpa perencanaan matang berpotensi mengganggu agenda persiapan tim nasional dan memengaruhi kualitas kedua kompetisi.

Opsi kedua adalah memindahkan hak penyelenggaraan kepada negara lain yang mempunyai stadion berstandar internasional dan pengalaman menggelar turnamen besar. Jepang dan Korea Selatan termasuk negara yang kerap disebut sebagai kandidat potensial untuk menggantikan Arab Saudi.

AFC memiliki pengalaman menghadapi situasi serupa. Piala Asia 2023 semula dijadwalkan berlangsung di China, tetapi negara tersebut mengundurkan diri pada Mei 2022 karena kebijakan nol COVID-19. AFC kemudian menunjuk Qatar sebagai tuan rumah pengganti.

Qatar akhirnya menggelar Piala Asia pada Januari 2024 dengan memanfaatkan stadion yang telah dibangun untuk Piala Dunia 2022. Penyelenggaraan tersebut berjalan lancar meskipun waktu persiapannya lebih singkat dibandingkan rencana awal. Pengalaman ini menjadi salah satu contoh kemampuan AFC mengalihkan penyelenggaraan ketika negara tuan rumah menghadapi kendala besar.

Selain Jepang dan Korea Selatan, Australia juga berpotensi masuk dalam pembahasan karena pernah menjadi tuan rumah Piala Asia 2015. Qatar dan Uzbekistan, yang sebelumnya bersaing dengan Arab Saudi dalam proses pencalonan tuan rumah turnamen tersebut, juga dapat dipertimbangkan apabila AFC memutuskan melakukan pemindahan.

Sebaliknya, Iran kemungkinan menghadapi hambatan untuk masuk dalam daftar kandidat karena keterlibatannya langsung dalam ketegangan yang sedang berlangsung di kawasan tersebut. Meski demikian, keputusan mengenai negara pengganti tetap berada di tangan AFC.

Jadwal Kompetisi di Arab Saudi Mulai Terdampak

Ketidakpastian keamanan tidak hanya memengaruhi rencana Piala Asia 2027. Pada 15 Oktober, penyelenggara Liga Pro Saudi mengumumkan penundaan tiga pertandingan pekan kesembilan yang semula dijadwalkan berlangsung pada pekan tersebut. Salah satu pertandingan yang terdampak melibatkan Al Nassr, klub yang diperkuat Cristiano Ronaldo.

Kondisi itu turut memunculkan spekulasi mengenai kemungkinan Ronaldo dan keluarganya meninggalkan Arab Saudi untuk kembali ke Portugal atau Spanyol. Namun, kepindahan tersebut belum dapat dipastikan hanya berdasarkan situasi keamanan dan penundaan pertandingan.

Menurut laporan AFP, situasi di kawasan tersebut belum menunjukkan tanda-tanda mereda. Kondisi ini membuka kemungkinan terjadinya penundaan lanjutan terhadap pertandingan Liga Pro Saudi apabila persoalan keamanan terus berlanjut.

Dampak ketidakpastian juga menjangkau olahraga lain. Turnamen tenis Six Kings Slam yang digelar di Arab Saudi dilaporkan ditunda hingga Desember. FIFA juga baru saja menunda turnamen sepak bola esports yang semula dijadwalkan berlangsung di negara tersebut.

Dengan berbagai perkembangan tersebut, keputusan AFC mengenai Piala Asia 2027 menjadi semakin penting. Mempertahankan Arab Saudi berarti konfederasi harus mempertimbangkan risiko keamanan dan kemungkinan perubahan jadwal, sedangkan memindahkan turnamen membutuhkan persiapan cepat serta koordinasi dengan negara pengganti.

Hingga ada keputusan resmi AFC, status Arab Saudi sebagai tuan rumah Piala Asia 2027 masih menjadi perhatian. Rapat darurat yang direncanakan di Tokyo akan menjadi salah satu tahapan penting dalam menentukan langkah berikutnya bagi kompetisi sepak bola paling bergengsi di Asia tersebut.***

sumber: iNews.id

Penulis :
Editor :
Kategori : Olahraga

Olahraga

© Bagynews.com. All Rights Reserved. Designed by HTML Codex