BAGYNEWS.COM - Pemerintah Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing) menegaskan komitmennya mendukung pengembangan pondok pesantren, mulai dari peningkatan kualitas pendidikan dan pembinaan akhlak santri hingga pemenuhan sarana dan prasarana.
Pesan tersebut ditegaskan Plt Bupati Kuansing, H. Muklisin, dalam sarasehan peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2026 di Pendopo Rumah Dinas Bupati, Senin 26 Oktober 2026
Plt Bupati menegaskan, pondok pesantren memiliki peran strategis dalam membentuk generasi yang tidak hanya berilmu, tetapi juga beriman, berakhlak mulia, dan memiliki karakter kuat. Karena itu, pemerintah daerah siap mendorong program pesantren yang berorientasi pada peningkatan mutu pendidikan dan pembentukan akhlakul karimah.
“Pemerintah daerah sangat mendorong dan mendukung pengembangan pondok pesantren. Apa pun kegiatan dan program pesantren yang bertujuan meningkatkan kualitas pendidikan serta membentuk generasi berakhlakul karimah, tentu akan kita dukung,” tegas Muklisin.
Namun, Muklisin juga mengingatkan pentingnya menjaga marwah pesantren sebagai lembaga pendidikan agama dan pembentukan karakter. Ia mengajak para pengasuh, tenaga pendidik, dan seluruh pihak untuk memperkuat pembinaan serta melakukan evaluasi terhadap berbagai persoalan yang berpotensi mencederai nilai-nilai luhur pesantren.
“Mari kita saling asah, asih, dan asuh. Kita jaga dan bina pesantren agar tetap menjadi kiblat pembentukan karakter dan akhlakul karimah. Jangan sampai nilai-nilai baik yang selama ini menjadi kekuatan pesantren tercoreng oleh perilaku yang tidak sesuai dengan ajaran agama,” pesannya.
Muklisin turut menyoroti kebutuhan sarana dan prasarana sejumlah pesantren, terutama asrama, fasilitas mandi, cuci, kakus (MCK), serta fasilitas pendukung pembelajaran. Ia meminta pengelola pesantren yang membutuhkan pembangunan agar menyampaikan usulan kepada pemerintah daerah, khususnya jika telah memiliki lahan yang memadai.
Pemkab Kuansing, lanjutnya, akan membantu mengupayakan usulan tersebut kepada pemerintah pusat melalui mekanisme yang berlaku.
Keberadaan 18 pondok pesantren di Kuansing menjadi perhatian dalam upaya memperluas akses pendidikan keagamaan sekaligus meningkatkan kualitas layanan pendidikan pesantren.
Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kuansing, H. Suhelmon, MA., C.QEM., mengungkapkan bahwa saat ini terdapat 18 pondok pesantren yang telah terdata dan memiliki izin di Kuansing, dengan jumlah santri diperkirakan mencapai 4.000 orang.
Menurut Suhelmon, perkembangan pesantren tidak terlepas dari dedikasi para kiai dalam mendidik santri serta dukungan pemerintah pusat dan daerah. Penguatan regulasi dan kelembagaan juga dinilai membuka ruang lebih besar bagi pesantren untuk berkembang dan memperoleh perhatian yang setara dengan lembaga pendidikan lainnya.
Ia mengapresiasi dukungan Plt Bupati Kuansing terhadap pelaksanaan rangkaian peringatan Hari Santri Nasional 2026. Suhelmon berharap sinergi pemerintah daerah, Kemenag, dan pengelola pesantren terus diperkuat agar pengembangan pendidikan pesantren semakin terarah.
Muklisin juga menyampaikan apresiasi kepada Kemenag Kuansing sebagai penggagas kegiatan. Ia berharap peringatan Hari Santri pada tahun mendatang dapat digelar lebih meriah dengan melibatkan santri dari seluruh pondok pesantren di Kuansing.
Melalui momentum Hari Santri Nasional 2026 bertema “Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas”, Pemkab Kuansing berharap pesantren terus tumbuh sebagai pusat pendidikan yang melahirkan generasi berilmu, beriman, berakhlak mulia, dan berkontribusi bagi pembangunan bangsa.***
| Penulis | : |
| Editor | : bastian |
| Kategori | : Kuantan Singingi |
© Bagynews.com. All Rights Reserved. Designed by HTML Codex

